Cara Buat Tanaman Di Pon

Kadmium,
48
Cd
Cadmium-crystal bar.jpg

Cadmium spectrum visible.png

Garis cak cakupan kadmium

Sifat umum
Nama, lambang kadmium, Cd
Pengucapan /kadmium/[1]
Performa metalik abu-abu kebiruan keperakan
Kadmium dalam tabel periodik

Hidrogen (diatomic nonmetal)

Helium (noble gas)

Litium (alkali metal)

Berilium (alkaline earth metal)

Boron (metalloid)

Karbon (polyatomic nonmetal)

Nitrogen (diatomic nonmetal)

Oksigen (diatomic nonmetal)

Fluorin (diatomic nonmetal)

Neon (noble gas)

Natrium (alkali metal)

Magnesium (alkaline earth metal)

Aluminium (post-transition metal)

Silikon (metalloid)

Fosforus (polyatomic nonmetal)

Belerang (polyatomic nonmetal)

Klorin (diatomic nonmetal)

Argon (noble gas)

Kalium (alkali metal)

Kalsium (alkaline earth metal)

Skandium (transition metal)

Titanium (transition metal)

Vanadium (transition metal)

Kromium (transition metal)

Mangan (transition metal)

Besi (transition metal)

Kobalt (transition metal)

Nikel (transition metal)

Tembaga (transition metal)

Seng (transition metal)

Galium (post-transition metal)

Germanium (metalloid)

Arsen (metalloid)

Selenium (polyatomic nonmetal)

Bromin (diatomic nonmetal)

Kripton (noble gas)

Rubidium (alkali metal)

Stronsium (alkaline earth metal)

Itrium (transition metal)

Zirkonium (transition metal)

Niobium (transition metal)

Molibdenum (transition metal)

Teknesium (transition metal)

Rutenium (transition metal)

Rodium (transition metal)

Paladium (transition metal)

Perak (transition metal)

Kadmium (transition metal)

Indium (post-transition metal)

Timah (post-transition metal)

Antimon (metalloid)

Telurium (metalloid)

Iodin (diatomic nonmetal)

Xenon (noble gas)

Sesium (alkali metal)

Barium (alkaline earth metal)

Lantanum (lanthanide)

Serium (lanthanide)

Praseodimium (lanthanide)

Neodimium (lanthanide)

Prometium (lanthanide)

Samarium (lanthanide)

Europium (lanthanide)

Gadolinium (lanthanide)

Terbium (lanthanide)

Disprosium (lanthanide)

Holmium (lanthanide)

Erbium (lanthanide)

Tulium (lanthanide)

Iterbium (lanthanide)

Lutesium (lanthanide)

Hafnium (transition metal)

Tantalum (transition metal)

Wolfram (transition metal)

Renium (transition metal)

Osmium (transition metal)

Iridium (transition metal)

Platina (transition metal)

Emas (transition metal)

Raksa (transition metal)

Talium (post-transition metal)

Timbal (post-transition metal)

Bismut (post-transition metal)

Polonium (post-transition metal)

Astatin (metalloid)

Radon (noble gas)

Fransium (alkali metal)

Radium (alkaline earth metal)

Aktinium (actinide)

Torium (actinide)

Protaktinium (actinide)

Uranium (actinide)

Neptunium (actinide)

Plutonium (actinide)

Amerisium (actinide)

Kurium (actinide)

Berkelium (actinide)

Kalifornium (actinide)

Einsteinium (actinide)

Fermium (actinide)

Mendelevium (actinide)

Nobelium (actinide)

Lawrensium (actinide)

Ruterfordium (transition metal)

Dubnium (transition metal)

Seaborgium (transition metal)

Bohrium (transition metal)

Hasium (transition metal)

Meitnerium (unknown chemical properties)

Darmstadtium (unknown chemical properties)

Roentgenium (unknown chemical properties)

Kopernisium (transition metal)

Nihonium (unknown chemical properties)

Flerovium (post-transition metal)

Moskovium (unknown chemical properties)

Livermorium (unknown chemical properties)

Tenesin (unknown chemical properties)

Oganeson (unknown chemical properties)

Zn


Cd



Hg
perak ←

kadmium

→ indium
Nomor zarah
(Z)
48
Golongan golongan 12
Masa periode 5
Blok blok-d
Kategori atom
logam transisi, kadang dianggap sebagai logam miskin
Berat anasir standar
(A
r)

  • 112,414±0,004

  • 112,41±0,01
     (diringkas)
Konfigurasi elektron [Kr] 5s2
4d10
Elektron tiap-tiap kelopak 2, 8, 18, 18, 2
Kebiasaan fisik
Fase
sreg STS (0 °C dan 101,325 kPa)
padat
Titik lebur 594,22 K ​(321,07 °C, ​609,93 °F)
Titik didih 1040 K ​(767 °C, ​1413 °F)
Kepadatan
mendekati s.k.
8,65 g/cm3
detik cair, padat.l.
7,996 g/cm3
Bahang peleburan 6,21 kJ/mol
Hangat api penguapan 99,87 kJ/mol
Produktivitas kalor molar 26,020 J/(mol·K)
Tekanan uap


P
(Pa)
1 10 100 1 k 10 k 100 k
puas
T
(K)
530 583 654 745 867 1040
Sifat unsur
Predestinasi oksidasi −2, +1,

+2

(oksida tebak basa)
Elektronegativitas Perbandingan Pauling: 1,69
Energi ionisasi ke-1: 867,8 kJ/mol

ke-2: 1631,4 kJ/mol

ke-3: 3616 kJ/mol
Jari-jemari molekul empiris: 151 pm
Ujung tangan-jemari kovalen 144±9 pm
Celah van der Waals 158 pm
Lain-enggak
Kelimpahan alami primordial
Struktur intan buatan ​ikatan padat heksagon (hcp)

Struktur kristal Hexagonal close packed untuk kadmium

Kecepatan suara miring
batang ringan
2310 m/s (suhu 20 °C)
Ekspansi kalor 30,8 µm/(m·K) (master 25 °C)
Konduktivitas termal 96,6 W/(m·K)
Resistivitas setrum 72,7 nΩ·m (suhu 22 °C)
Arah magnet diamagnetik[2]
Suseptibilitas magnetik molar
−19,8×10−6
 cm3/mol[3]
Modulus Young 50 GPa
Modulus Shear 19 GPa
Modulus Bulk 42 GPa
Rasio Poisson 0,30
Rasio Mohs 2,0
Skala Brinell 203–220 MPa
Nomor Cas 7440-43-9
Album
Reka cipta dan isolasi pertama Karl S. L. Hermann dan F. Stromeyer (1817)
Bawah etiket F. Stromeyer
(1817)
Isotop kadmium nan utama
Iso­top Kelim­pahan Perian paruh
(t
1/2)
Mode peluruhan Pro­duk
106Cd 1,25% stabil
107Cd sintetis 6,5 jam ε 107Ag
108Cd 0,89% stabil
109Cd sintetis 462,6 hri ε 109Ag
110Cd 12,47% stabil
111Cd 12,80% stabil
112Cd 24,11% stabil
113Cd 12,23% 7,7×1015
thn
β 113In
113mCd sintetis 14,1 thn β 113In
IT 113Cd
114Cd 28,75% stabil
115Cd tiruan 53,46 jam β 115In
116Cd 7,51% 3,1×1019
thn
ββ 116Sn

| referensi | di Wikidata

Kadmium
adalah suatu unsur kimia dalam tabulasi berkala nan n kepunyaan lambang
Cd
dan nomor atom 48. Logam panjang hati dan putih kebiruan ini secara kimiawi serupa dengan dua logam stabil lainnya pada golongan 12, seng dan raksa. Seperti halnya seng, Cd bertambah menyukai tingkat oksidasi +2 privat sebagian besar senyawa dan, seperti raksa, ia menunjukkan tutul lebur yang rendah dibandingkan dengan logam peralihan plong umumnya.
Kadmium
dan kongenernya tidak gegares dianggap sebagai metal transisi, karena besi tersebut enggak memiliki alat peraba elektron d atau f nan terisi sebagian atau seluruhnya, baik internal bentuk partikel maupun dalam tingkat oksidasi umumnya. Pemfokusan kadmium rata-rata internal kulit bumi adalah antara 0,1 dan 0,5 bagian per juta (ppm). Cd ditemukan plong tahun 1817 secara simultan oleh Stromeyer dan Karl Samuel Leberecht Hermann, keduanya di Jerman, sebagai ketakmurnian dalam seng karbonat.

Kadmium terdapat sebagai komponen minor di sebagian besar bijih seng dan maka dari itu karena itu yakni hasil sampingan dari produksi seng. Kadmium telah digunakan sejak lama sebagai lapisan tahan korosi lega baja, provisional paduan kadmium digunakan sebagai pigmen berma, oranye dan kuning, untuk mewarnai gelas dan bagi menstabilkan plastik. Penggunaan kadmium kebanyakan menurun karena toksisitasnya. (Hal ini secara idiosinkratis terjadwal dalam Pembatasan Bahan Berbahaya Eropa[4]) dan penggantian baterai nikel-kadmium dengan baterai nikel-ferum hidrida dan ion lithium. Salah satu dari rendah kemujaraban barunya ialah panel surya kadmium telurida. Biarpun kadmium enggak diketahui memiliki kemustajaban biologis pada organisme yang bertambah pangkat, karbonat anhidrase yang tergantung sreg kadmium sudah lalu ditemukan di diatom laut.

Karakteristik

[sunting
|
sunting perigi]

Sifat fisika

[sunting
|
sunting sumber]

Kadmium yakni sebuah logam bivalen yang panjang hati, dapat ditempa, elastis, dan berwarna sejati kebiruan. Ia serupa dalam banyak keadaan seperti seng kecuali dalam hal pembentukan senyawa kompleks.[5]
Lain begitu juga biasanya besi lainnya, kadmium resistan terhadap korosi, maka dari itu karena itu digunakan bagaikan lapisan pelindung ketik diendapkan pada logam bukan. Dalam bentuk logam curah, kadmium bersifat tak larut dalam air dan tak mudah terbakar; sahaja, dalam rangka serbuknya, ia boleh cengkut dan melepaskan gas beripuh.[6]

Kebiasaan kimia

[sunting
|
sunting sumber]

Meskipun kadmium biasanya memiliki tingkat oksidasi +2, ia sekali lagi hadir dengan tingkat oksidasi +1. Kadmium dan kongenernya tidak kerap dianggap logam transisi, karena anda tidak memiliki alat peraba elektron d alias f yang terisi sebagian ataupun seluruhnya, baik kerumahtanggaan tulang beragangan unsur maupun privat tingkat oksidasi umumnya.[7]
Kadmium terbakar di peledak takhlik kadmium oksida (CdO) nan amorf dan berwarna coklat; kristal yang terlatih berbunga fusi ini berwarna bangkang tua yang berubah warna saat dipanaskan, sama seperti seng oksida. Asam klorida, asam sulfat dan asam nitrat mengencerkan kadmium dengan membentuk kadmium klorida (CdCl2), kadmium sulfat (CdSO4), maupun kadmium nitrat (Cd(NO3)2). Tingkat oksidasi +1 dapat diperoleh dengan melarutkan kadmium internal campuran kadmium klorida dan aluminium klorida, membentuk kation
Cd
2+
2

, mirip sebagaimana kation
Hg
2+
2


dalam raksa(I) klorida.[5]

Cd + CdCl + 2 AlCl → Cd

Lazimnya Struktur kompleks kadmium dengan nukleobase, senderut amino dan vitamin sudah lalu ditentukan.[8]

Isotop

[sunting
|
sunting sumber]

Diameter jumlah cadmium-113 dengan jelas menunjukkan kadmium
cut-off

Kadmium yang terjadi secara alami terdiri dari 8 isotop. Dua di antaranya bertabiat radioaktif, dan tiga di antaranya diperkirakan mengalami peluruhan namun kebenarannya belum dikonfirmasi secara eksperimental. Dua isotop radioaktif alami adalah
113Cd (peluruhan beta, dengan waktu paruh 7,7 × 1015
tahun) dan
116Cd (dua neutrino peluruhan beta ganda, dengan waktu perdua 2,9 × 1019
hari). Tiga lainnya adalah
106Cd,
108Cd (keduanya penggerebekan elektron ganda), dan
114Cd (peluruhan beta ganda); namun batas bawah musim paruh mereka telah ditetapkan. Setidaknya suka-suka tiga isotop stabil –
110Cd,
111Cd, dan
112Cd . Di antara isotop yang tidak terjadi secara alami, nan minimal berumur panjang adalah
109Cd dengan hari perdua 462,6 hari, dan
115Cd dengan hari paruh 53,46 jam. Semua isotop radioaktif yang terlambat n kepunyaan hari paruh kurang dari 2,5 jam, dan sebagian besar memiliki hari perdua kurang berasal 5 menit. Kadmium memiliki 8 isomer nuklir nan diketahui, yang paling stabil adalah
113mCd (tepi langit1/2
= 14,1 masa),
115mCd (tepi langit1/2
= 44,6 hari), dan
117mCd (falak1/2
= 3,36 jam).[9]

Isotop kadmium nan dikenal congah dalam rentang massa atom antara 94,950 u (95Cd) dan 131,946 u (132Cd). Untuk isotop yang lebih ringan dari 112 u, mode peluruhan utama ialah tangkapan elektron dan dagangan peluruhan dominan adalah unsur 47 (selaka). Isotop yang lebih berat sebagian besar meluruh melintasi emisi beta nan menghasilkan unsur 49 (indium).[9]

Suatu isotop kadmium,
113Cd, Menyerap neutron dengan probabilitas lewat tinggi jika mereka mempunyai energi di bawah
kadmium cut-off
dan mentransmisikannya sebaliknya. Kadmium
cut-off
sekitar 0,5 eV. Neutron dengan energi di bawah
cut-off
dianggap neutron lambat, membedakannya mulai sejak neutron semenjana dan cepat.[10]

Kadmium dibuat melalui proses s yang tinggi di bintang bermassa abnormal-sedang dengan massa 0,6 sampai 10 kali konglomerat matahari, yang berlantas selama ribuan tahun. Ini membutuhkan unsur perak untuk menangkap neutron dan kemudian mengalami peluruhan beta.[11]

Sejarah

[sunting
|
sunting sumber]

Kadmium (Latin
cadmia, Yunani
καδμεία
berarti “kalamin”, suatu mineral yang mengandung kadmium, yang dinamai menurut kepribadian mitologi Yunani Κάδμος, Cadmus, pembangun Thebes), ditemukan secara berbarengan pada tahun 1817 oleh Friedrich Stromeyer[12]
dan Karl Samuel Leberecht Hermann, keduanya di Jerman, sebagai ketakmurnian n domestik seng karbonat.[4]
Stromeyer menemukan molekul baru ibarat pengotor lega seng karbonat (kalamin), dan, selama 100 tahun, Jerman menjadi satu-satunya penyelenggara logam penting ini. Logam itu dinamai menurut kata Latin bagi kalamin, karena ditemukan di campuran seng ini. Stromeyer mencatat bahwa beberapa percontoh kalamin nan tidak murni berubah rona saat dipanaskan, tetapi tidak untuk kalamin sejati. Kamu gigih intern mempelajari hasil ini dan akhirnya mengisolasi logam kadmium dengan cara pembakaran dan reduksi sulfidanya. Kemungkinan untuk menggunakan kadmium kuning seperti pigmen mulai dikenali pada masa 1840-an namun kekurangan kadmium membatasi aplikasi ini.[13]
[14]
[15]

Meskipun kadmium dan senyawanya mungkin beracun dalam bentuk dan konsentrasi tertentu, British Pharmaceutical Codex, sejak musim 1907, menyatakan bahwa kadmium iodida digunakan sebagai satu pengobatan bagi mengobati “pembengkakan sendi, kelainan glandula, dan jari tawar rasa”.[16]

Pada tahun 1907,
International Astronomical Union
mendefinisikan satuan internasional ångström andai garis spektra kadmium merah (1 panjang gelombang = 6438,46963 Å).[17]
[18]
Ini diadopsi oleh
General Conference on Weights and Measures
ke-7 sreg tahun 1927. Pada periode 1960, definisi dari meter dan ångström diubah menggunakan krypton.[19]

Setelah produksi nisbah industri kadmium dimulai lega musim 1930-an dan 1940-an, aplikasi utama kadmium yaitu seumpama pelapis metal dan kawul buat mencegah korosi. Di Amerika Serikat, eksploitasi kadmium buat pelapisan mengaras 62% pada tahun 1944, dan 59% pada masa 1956.[4]
[20]
Pada hari 1956, 24% kadmium yang digunakan di Amerika Serikat digunakan kerjakan tuntutan kedua, yaitu bakal pigmen merah, jingga dan kuning bersendikan sulfida dan selenida kadmium.[20]
Efek memantapkan zat kimia nan mengandung kadmium seperti kadmium karboksilat dan kadmium stearat pada PVC menyebabkan pertambahan pemakaian sintesis tersebut pada tahun 1970-an dan 1980-an. Penggunaan kadmium dalam petisi seperti pigmen, pelapis, stabilisator dan paduan melandai karena qanun mileu dan kesehatan pada tahun 1980-an dan 1990-an. Pada tahun 2006, semata-mata 7% pecah total konsumsi kadmium yang digunakan untuk pelapisan dan hanya 10% nan digunakan untuk pigmen.[4]
Penurunan konsumsi pada aplikasi lain disebabkan makanya meningkatnya permintaan kadmium pada aki nikel-kadmium, yang menyumbang 81% konsumsi kadmium di Amerika Konsorsium pada perian 2006.[21]

Keberadaan

[sunting
|
sunting sumber]

Kadmium menyusun sekitar 0,1 ppm kerak bumi. Dibandingkan dengan seng yang melimpah (65 ppm), kadmium tercantum jarang.[22]
Tidak terserah deposit bijih kadmium penting nan diketahui. Greenockite (CdS), satu-satunya mineral kadmium nan penting, dekat sayang dikaitkan dengan sphalerite (ZnS). Sangkutan ini disebabkan maka dari itu kesamaan geokimia antara seng dan kadmium yang membuat pemisahan geologi lain mungkin terjadi. Sebagai konsekuensinya, kadmium diproduksi terutama sebagai produk sampingan berpunca proses pertambangan, peleburan, dan pemurnian bijih sulfida seng, dan lega tingkat yang lebih rendah, timbal dan tembaga. Sejumlah kecil kadmium, sekitar 10% konsumsi, dihasilkan berusul sumber sekunder, terutama berpunca serdak yang dihasilkan berpunca daur ulang besi dan skrap baja. Produksi di Amerika Serikat dimulai lega tahun 1907,[15]
tetapi kadmium baru digunakan secara luas pasca Perang Mayapada I.[23]
[24]
Suatu tempat di mana kadmium logam dapat ditemukan adalah sungai Vilyuy di Siberia.[25]

Batu yang ditambang lakukan menghasilkan pupuk fosfat mengandung jumlah kadmium nan bervariasi, dengan konsentrasi kadmium hingga 300 mg/kg privat jamur fosfat yang diproduksi, kas dapur kadmium internal tanah pertanaman kembali tinggi.[26]
[27]
Batubara bisa mengandung kadmium dalam jumlah besar, yang sebagian besar bubar sreg duli buangan.[28]

Produksi

[sunting
|
sunting sendang]

British Geological Survey
melaporkan bahwa pada masa 2001, China adalah penyusun kadmium gawang atas, memproduksi dekat seperenam dari pangsa bumi, diikuti oleh Korea Daksina dan Jepang.[29]

Kadmium adalah ketakmurnian umum n domestik bijih seng, dan merupakan nan paling demap diisolasi sejauh produksi seng. Beberapa bijih seng nan dipekatkan mulai sejak bijih seng sulfida mengandung 1,4% kadmium.[30]
Lega 1970-an, produksi kadmium adalah 65 pon (29 kg) per ton seng.[30]
Bijih seng sulfida dipanggang dengan adanya oksigen, menidakkan seng sulfida menjadi oksida. Ferum seng diproduksi dengan cara melebur oksidanya dengan zat arang ataupun dengan cara elektrolisis internal senderut sulfat. Kadmium diisolasi dari logam seng dengan distilasi vakum jika seng dilelehkan, atau kadmium sulfat diendapkan berasal larutan elektrolisis.[24]
[31]

Aplikasi

[sunting
|
sunting mata air]

Kadmium mempunyai banyak kegunaan di rataan industri seperti, komponen rahasia dalam produksi baterai, ibarat pigmen kadmium,[32]
proses penahapan,[33]
dan baku digunakan pada penyepuhan elektrik.[34]

Aki

[sunting
|
sunting sumber]

Pada waktu 2009, 86% kadmium digunakan di baterai, terutama intern baterai isi ulang nikel-kadmium. Sel nikel-kadmium n kepunyaan potensi lembaga pemasyarakatan 1,2 V. Sel terdiri terbit elektrode substansial nikel hidroksida dan sebuah cadel kadmium sebagai elektrode merusak nan dipisahkan maka dari itu elektrolit alkali (kalium hidroksida).[35]
Ning Eropa menetapkan takat eksploitasi kadmium yang diizinkan dalam elektronika plong tahun 2004 maksimal 0,01%,[36]
dengan bilang pengecualian, namun mengurangi makanan kadmium yang diizinkan kerumahtanggaan baterai menjadi 0,002%.[37]


Penyepuhan listrik (electroplating)

[sunting
|
sunting perigi]

Penyepuhan listrik kadmium, nan menghabiskan 6% berasal produksi global, dapat ditemukan di industri kapal terbang karena kemampuannya cak bagi membendung korosi detik diterapkan sreg komponen baja.[34]
Lapisan ini dipasifkan menggunakan garam kromat.[33]
Keterbatasan pelapisan kadmium adalah perapuhan hidrogen plong serat berregangan tinggi nan disebabkan maka dari itu proses penyepuhan setrum. Maka dari itu karena itu, bagian baja yang diolah-panas dengan keistimewaan tarik di atas 1300 MPa (200 ksi) harus dilapisi dengan metode alternatif (seperti mana proses penyepuhan elektrik khusus dengan kadmium perapuhan abnormal, ataupun deposisi uap fisika). Selain itu, perapuhan titanium yang disebabkan oleh residu alat berlapis cadmium mengakibatkan alat ini disingkirkan berpokok program A-12 / SR-71 dan U-2, (bersamaan dengan program pengujian alat secara rutin lakukan mendeteksi kontaminasi cadmium), dan programa pesawat senewen berikutnya nan menggunakan titanium.[38]

Fisi nuklir

[sunting
|
sunting mata air]

Kadmium digunakan umpama penghalang untuk tanggulang neutron pada fisi nuklir.[34]
Reaktor air bertekanan yang dirancang maka itu Westinghouse Electric Company menggunakan paduan yang terdiri dari argentum 80%, indium 15%, dan kadmium 5%.[34]

Sintesis

[sunting
|
sunting sumber]

Kadmium oksida digunakan kerumahtanggaan fosfor televisi hitam-putih, dan intern fosfor biru dan hijau untuk bumbung televisi berwarna.[39]
Cadmium sulfida (CdS) digunakan sebagai lapisan permukaan fotokonduktif cak bagi tabung fotokopi.[40]

Dalam pigmen pewarna, kadmium mewujudkan beragam garam, dengan CdS adalah yang minimal umum. Sulfida ini digunakan sebagai pigmen kuning. Kadmium selenida boleh digunakan laksana pigmen merah, absah disebut
kadmium merah. Bagi pelukis yang berkarya dengan pigmen, kadmium kuning, jingga, dan biram adalah warna nan paling cemerlang dan resistan lama. Sebenarnya, selama proses produksi, warna-warna ini dilunakkan secara signifikan sebelum dicampur dengan patra dan pengikat, atau dicampur ke dalam pencelup air, gouache, cat akrilik, dan formulasi cat dan pigmen lainnya. Karena pigmen ini berpotensi racun, maka dianjurkan bakal menggunakan krim penghambat di tangan untuk mencegah penghirupan melalui kulit detik bekerja menggunakannya[32]
kendati besaran kadmium nan diserap awak melalui kulit galibnya kurang dari 1%.[6]

Dalam PVC, Kadmium digunakan sebagai penstabil seksi, cahaya, dan pelapukan.[34]
[41]
Momen ini, stabilisator kadmium telah seutuhnya diganti dengan stabilisator barium-seng, kalsium-seng dan organo-rejasa. Kadmium digunakan dalam berbagai diversifikasi patri dan paduan bantalan, karena koefisien gesek nan rendah dan ketahanannya terhadap kelelahan.[34]
Ini juga ditemukan plong beberapa alloy bertitik lebur kurang, begitu juga besi Wood.[42]

Aplikasi makmal

[sunting
|
sunting mata air]

Laser helium-kadmium adalah perigi umum sinar laser ultraungu biru. Mereka beroperasi pada tangga gelombang elektronik 325 maupun 422 nm dan digunakan dalam mikroskop fluoresensi serta berbagai percobaan laboratorium.[43]
[44]
Quantum dot kadmium selenida memancarkan luminesensi terang di bawah eksitasi UV (laser He-Cd, misalnya). Warna luminesensi ini bisa bercelup hijau, kuning atau biram tergantung ukuran partikelnya. Cairan koloid dari elemen tersebut digunakan bakal visualisasi jaringan biologis dan cairan dengan menggunakan mikroskop fluoresensi.[45]

Kadmium merupakan komponen dari beberapa fusi semikonduktor, sama dengan kadmium sulfida, kadmium selenida, dan kadmium telurida, yang bisa digunakan umpama detektor pendar atau sel surya. HgCdTe sensitif terhadap sinar inframerah, dan oleh karena itu dapat digunakan sebagai detektor inframerah atau saklar misalnya pada radas pengendali jarak jauh.

Internal biologi molekular, kadmium digunakan buat memblokir terusan kalsium yang bergantung pada voltase ion zat kapur yang berfluktuasi, seperti pada penelitian hipoksia untuk seronok degradasi Hif-1α yang gelimbir pada proteasom.[46]

Sensor eklektik kadmium

[sunting
|
sunting sumber]

Sensor membedabedakan kadmium bersendikan fluorofora BODIPY sudah dikembangkan bikin pembayangan dan penginderaan kadmium privat kurungan.[47]

Peran biologis

[sunting
|
sunting sumber]

Kadmium tak diketahui punya peran bermakna sreg organisme yang lebih tingkatan,[48]
belaka bikarbonat anhidrase yang tergantung pada kadmium telah ditemukan pada sejumlah diatom laut.[49]
Diatom nan hidup dalam lingkungan dengan konsentrasi seng dan kadmium nan sangat minus, mengamalkan fungsi yang rata-rata dilakukan oleh seng kerumahtanggaan anhidrase lainnya. Penemuan ini dilakukan dengan menggunakan spektroskopi fluoresensi sinar-X (XAFS).[49]
[50]

Pemfokusan tertinggi kadmium telah ditemukan diserap dalam ginjal hamba allah, dan sebatas sekitar 30 mg kadmium umumnya dihirup maka itu seluruh anak dan muda.[51]
Kadmium dapat digunakan untuk memblokir saluran zat kapur internal neuron mandung.[52]
Telah ditinjau metode kajian bikin penentuan kadmium intern sampel biologis.[53]

Mileu

[sunting
|
sunting sendang]

Biogeokimia kadmium dan pelepasannya ke mileu sudah lalu menjadi bahan kajian, seperti spesiasi kadmium di mileu.[54]
[55]

Keselamatan

[sunting
|
sunting sumber]

Telah ditinjau aspek toksisitas bioanorganik kadmium.[56]

Rencana paparan kerja paling kecil berbahaya terhadap kadmium adalah menarik debu kecil-kecil dan asap, maupun menggasak senyawa kadmium nan sangat mudah sagu betawi.[4]
Menghirup asap yang mengandung kadmium dapat mengakibatkan demam bersut metal pada awalnya, namun bisa jadi berlanjut ke ki kesulitan pneumonitis ilmu pisah, edema paru-paru, dan kematian.[57]

Kadmium sekali lagi menyebabkan bahaya lingkungan. Eksposur individu terhadap kadmium mileu terutama disebabkan oleh pembakaran bahan bakar fosil, jamur fosfat, sumber daya tunggul, produksi besi dan serabut, produksi benih dan kegiatan terkait, produksi ferum non besi, dan insinerasi limbah padat kota.[4]
Roti, tumbuhan akar, dan sayuran lagi berkontribusi pada kadmium sreg populasi bertamadun.[58]
Ada sejumlah kasus keracunan publik akibat paparan kadmium paser panjang akibat makanan dan air yang terkontaminasi, dan penelitian terus berlantas tentang mimikri estrogen yang dapat menyebabkan puru ajal payudara.[58]
Privat beberapa dasawarsa sebelum Perang Mayapada II, kampanye penambangan mengkontaminasi sungai Jinzū di Jepang dengan terdeteksinya kadmium dan jejak ferum beracun lainnya. Sebagai konsekuensinya, kadmium terakumulasi plong tanaman padi nan merecup di sejauh bantaran sungai bagian hilir tambang. Bilang anggota peguyuban pertanian tempatan nan mengkonsumsi beras yang terkontaminasi menderita penyakit itai-itai dan ki aib ginjal, termasuk proteinuria dan glukosuria.[59]

Korban keracunan ini hampir secara tunggal wanita pasca menopause dengan cadangan logam dan mineral jasmani rendah. Paparan kadmium publik yang serupa di belahan dunia lain tidak mengakibatkan penyakit kesehatan nan sama karena masyarakatnya mempertahankan garis hidup besi dan mineral yang cukup. Jadi, walaupun kadmium adalah faktor utama tokoh ki kesulitan itai-itai di Jepang, sebagian raksasa peneliti sudah menyimpulkan bahwa itu yakni salah suatu mulai sejak beberapa faktor.[4]
Kadmium merupakan satu dari enam zat yang dilarang oleh perintah Mbuk Eropa
Restriction on Hazardous Substances
(RoHS), yang melarang zat berbahaya tertentu dalam peralatan listrik dan elektronik sekadar memungkinkan pengecualian tertentu sesuai pangsa lingkup undang-undang.[60]
Jasad Internasional bagi Penelitian Tumor ganas (The International Agency for Research on Cancer) sudah mengelompokkan kadmium dan senyawa kadmium ibarat karsinogenik bagi manusia.[61]
Meskipun paparan kerja kadmium terkait dengan tumor ganas paru-paru dan prostat, namun masih cak semau kontroversi mengenai karsinogenisitas kadmium intern lingkungan cerminan cacat. Data terakhir dari studi epidemiologi menunjukkan bahwa asupan kadmium melalui makanan berhubungan dengan risiko kanker endometrium, payudara dan prostat yang lebih tinggi serta osteoporosis pada khalayak.[62]
[63]
[64]
[65]
Sebuah studi yunior-bau kencur ini sudah menunjukkan bahwa ketentuan kadmium kerumahtanggaan jaringan endometrium makin hierarki pada wanita pencandu dan kancah penyedot.[66]

Meskipun beberapa penyelidikan epidemiologi menunjukkan korelasi yang berjasa antara paparan kadmium dan keadaan kondisi penyakit puas turunan, peran kadmium sebagai faktor di balik efek ini loyal harus ditunjukkan. Untuk membuktikan peran kausatif, perlu ditentukan mekanisme molekuler bagaimana kadmium n domestik gambaran abnormal dapat menyebabkan efek kesehatan yang merugikan. Satu hipotesis merupakan bahwa kadmium bekerja seumpama pengganggu endokrin karena beberapa pendalaman eksperimental menunjukkan bahwa anda boleh berinteraksi dengan kempang sinyal hormonal yang berbeda. Misalnya, kadmium dapat mengikat reseptor estrogen alfa,[67]
[68]
dan mempengaruhi transduksi sinyal di sepanjang jalur sinyal estrogen dan MAPK sreg dosis rendah.[69]
[70]
[71]

Merokok sisik adalah sumber paparan kadmium minimal penting di masyarakat umum. Telah diperkirakan sekitar 10% berbunga kadmium dalam rokok terisap melalui aktivitas merokok. Penyerapan kadmium melampaui rabu jauh bertambah efektif tinimbang menerobos perut muda, dan sebanyak 50% kadmium nan dihirup melalui tabun rokok dapat diserap.[72]

Kebanyakan, penyedot memiliki sentralisasi kadmium darah 4-5 kali lebih tinggi dan pemusatan kadmium kerinjal 2-3 kali lebih pangkat daripada non-perokok. Walaupun kandungan kadmium intern asap rokok jenjang, tampaknya ada minus paparan kadmium dari merokok pasif. Enggak cak semau yuridiksi yang berguna terhadap konsentrasi kadmium darah nan terdeteksi puas anak-anak asuh nan terpapar asap tembakau.[73]

Bikin masyarakat non-penagih, nafkah merupakan perigi paparan kadmium terbesar. Perut kadmium yang tinggi dapat ditemukan misalnya lega krustasea, moluska, jeroan, dan komoditas alga. Namun, karena konsumsi yang lebih tataran, penyumbang paling kecil signifikan terhadap paparan kadmium makanan adalah biji-bijian, sayuran, akar berkanji dan umbi.[74]

Paparan kadmium merupakan faktor risiko nan terkait dengan aterosklerosis dini dan hipertensi, yang keduanya bisa menyebabkan masalah kardiovaskular.[75]

Regulasi

[sunting
|
sunting sumber]

Karena surat berharga buruk pada lingkungan dan kesehatan manusia, pasokan dan penggunaan kadmium dibatasi di Eropa di bawah Peraturan REACH.[76]

The EFSA Panel on Contaminants in the Food Chain
sudah menetapkan 2,5 μg/kg berat tubuh sebagai asupan mingguan yang dapat ditoleransi bagi khalayak.[74]
Misal perimbangan, Komite Ahli Gabungan FAO/WHO untuk Aditif Makanan (Joint FAO/WHO Expert Committee on Food Additives) telah menargetkan 7 μg/kg bb sebagai tingkat asupan mingguan yang dapat ditoleransi.[77]

Badan Administrasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Occupational Safety and Health Administration, OSHA) sudah menetapkan batas bayangan yang diizinkan (Permissible Exposure Limit, PEL) lakukan kadmium dengan rata-rata waktu tertimbang (time-weighted average, TWA) sebesar 0,005 ppm. Institut Kewarganegaraan buat Keselamatan dan Kebugaran Kerja (National Institute for Occupational Safety and Health, NIOSH) belum menetapkan batas cerminan yang direkomendasikan (Recommended Exposure Limit, Jalan kereta api) dan telah menetapkannya bagaikan diketahui karsinogen bagi manusia. Tingkat IDLH (berbahaya bakal spirit dan kesehatan) lakukan kadmium adalah 9 mg/m3.[78]

Dosis mematikan[79] Organisme Sagur Waktu
LD50: 225 mg/kg mencit oral kaki langit/a
LD50: 890 mg/kg tikus verbal n/a
LC50: 25 mg/m3 mencit lengkung langit/a 30 menit

Penarikan produk

[sunting
|
sunting sendang]

Lega bulan Mei 2006, penjualan kursi bermula stadion jompo Arsenal F.C., Highbury di London, Inggris dibatalkan setelah ditemukan sejumlah takhta mengandung kadmium.[80]
Laporan tingginya penggunaan kadmium pada perhiasan anak-anak pada hari 2010 memicu penyelidikan Uang lelah Keamanan Komoditas Pemakai (Consumer Product Safety Commission) AS.[81]
CPSC AS mengeluarkan pemberitahuan penarikan tunggal bakal perhiasan yang mengandung kadmium yang dijual makanya toko Claire’s[82]
dan Wal-Mart.[83]
Pada bulan Juni 2010, McDonald secara sukarela menyentak lebih berusul 12 juta promosi kompilasi gelas minum “Shrek Forever After 3D” karena kecemasan tingkat kadmium dalam pigmen cat yang digunakan pada kaca.[84]
Gelas tersebut diproduksi maka dari itu Arc International, yang berlokasi di Millville, NJ, USA.[85]

Lihat juga

[sunting
|
sunting sendang]

  • Pigmen kadmium
  • Kadmium telurida
  • Daftar merah incaran konstruksi
  • Logam berat beracun

Referensi

[sunting
|
sunting sumber]


  1. ^


    “Hasil Pencarian”.
    KBBI Daring
    . Diakses terlepas
    17 Juli
    2022
    .





  2. ^


    Lide, D. R., ed. (2005). “Magnetic susceptibility of the elements and inorganic compounds”.
    CRC Handbook of Chemistry and Physics
    (PDF)
    (edisi ke-86). Boca Raton (FL): CRC Press. ISBN 0-8493-0486-5.





  3. ^


    Weast, Robert (1984).
    CRC, Handbook of Chemistry and Physics. Boca Raton, Florida: Chemical Rubber Company Publishing. hlm. E110. ISBN 0-8493-0464-4.




  4. ^


    a




    b




    c




    d




    e




    f




    g




    Morrow, H. (2010). “Cadmium and Cadmium Alloys”.
    Kirk-Othmer Encyclopedia of Chemical Technology. John Wiley & Sons. hlm. 1–36. doi:10.1002/0471238961.0301041303011818.a01.pub3. ISBN 978-0-471-23896-6.




  5. ^


    a




    b




    Holleman, A. F.; Wiberg, E; Wiberg, Nils (1985). “Cadmium”.
    Lehrbuch der Anorganischen Chemie, 91–100
    (dalam bahasa Jerman). Walter de Gruyter. hlm. 1056–1057. ISBN 978-3-11-007511-3.




  6. ^


    a




    b




    “Case Studies in Environmental Medicine (CSEM) Cadmium”. Agency for Toxic Substances and Disease Registry. Diarsipkan berusul versi asli terlepas 6 June 2011. Diakses tanggal
    30 May
    2011
    .





  7. ^


    Cotton, F. A. (1999). “Survey of Transition-Metal Chemistry”.
    Advanced Inorganic Chemistry
    (edisi ke-6th). John Wiley and Sons. hlm. 633. ISBN 0-471-19957-5.





  8. ^


    Carballo, Rosa; Castiñeras, Alfonso; Domínguez-Martin, Alicia; García-Santos, Isabel; Niclós-Guttiérrez, Juan (2013). “Chapter 7. Solid state structures of cadmium complexes with relevance to biological systems”. Dalam Astrid Sigel; Helmut Sigel; Roland K. O. Sigel.
    Cadmium: From Toxicology to Essentiality. Metal Ions in Life Sciences.
    11. Springer. hlm. 145–189. doi:10.1007/978-94-007-5179-8_7.




  9. ^


    a




    b




    Audi, G.; Bersillon, O.; Blachot, J.; Wapstra, A.H. (2003). “The NUBASE Evaluation of Nuclear and Decay Properties”.
    Nuclear Physics A.
    729
    (1): 3–128. Bibcode:2003NuPhA.729….3A. doi:10.1016/j.nuclphysa.2003.11.001.





  10. ^


    Knoll, G. F. (2000).
    Radiation Detection and Measurement. Wiley. hlm. 505. ISBN 978-0-471-07338-3.





  11. ^


    Padmanabhan, Lengkung langit. (2001). “Stellar Nucleosynthesis”.
    Theoretical Astrophysics, Volume II: Stars and Stellar Systems. Cambridge University Press. hlm. 230–236. ISBN 978-0-521-56631-5.





  12. ^


    Hermann, C. S. (1818). “Noch ein schreiben über das neue Metall”.
    Annalen der Physik.
    59
    (5): 113–116. Bibcode:1818AnP….59..113H. doi:10.1002/andp.18180590511.





  13. ^


    Waterston, W.; Burton, J. H (1844).
    Cyclopædia of commerce, mercantile law, finance, commercial geography and navigation. H. G. Bohn. hlm. 122.





  14. ^


    Rowbotham, T.; Rowbotham, T. L. (1850).
    The Art of Landscape Painting in Water Colours. Windsor and Newton. hlm. 10.




  15. ^


    a




    b




    Ayres, R. U.; Ayres, L.; Råde, I. (2003).
    The Life Cycle of Copper, Its Co-Products and Byproducts. Springer. hlm. 135–141. ISBN 978-1-4020-1552-6.





  16. ^


    Dunglison, R. (1866).
    Medical Lexicon: A Dictionary of Medical Science. Henry C. Lea. hlm. 159.





  17. ^


    “International Angstrom”.
    Science Dictionary. 2013-09-14. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-11-18. Diakses tanggal
    2014-09-24
    .





  18. ^


    “angstrom or ångström”.
    Sizes.com. 2010-10-28. Diakses tanggal
    2014-09-24
    .





  19. ^


    Burdun, G. D. (1958). “On the new determination of the meter”
    (PDF).
    Measurement Techniques.
    1
    (3): 259–264. doi:10.1007/BF00974680.





    [
    pranala nonaktif permanen
    ]


  20. ^


    a




    b




    Lansche, A. M. (1956). “Cadmium”.
    Minerals Yearbook, Volume I: Metals and Minerals (Except Fuels). United States Geological Survey. Diakses sungkap
    21 April
    2008
    .





  21. ^


    “USGS Mineral Information: Cadmium”. United States Geological Survey. Diakses tanggal
    8 August
    2009
    .





  22. ^


    Wedepohl, K. H. (1995). “The composition of the continental crust”.
    Geochimica et Cosmochimica Acta.
    59
    (7): 1217–1232. Bibcode:1995GeCoA..59.1217W. doi:10.1016/0016-7037(95)00038-2.





  23. ^


    Plachy, J. (1998). “Annual Average Cadmium Price”
    (PDF). U.S. Geological Survey. hlm. 17–19. Diakses terlepas
    16 June
    2010
    .




  24. ^


    a




    b




    Fthenakis, V. M. (2004). “Life cycle impact analysis of cadmium in CdTe PV production”.
    Renewable and Sustainable Energy Reviews.
    8
    (4): 303–334. doi:10.1016/j.rser.2003.12.001.





  25. ^


    Fleischer, M; Cabri, L. J.; Chao, G. Y.; Pabst, A. (1980). “New Mineral Names”
    (PDF).
    American Mineralogist.
    65: 1065–1070.





  26. ^


    Grant, C. A.; Sheppard, S. C. (2008). “Fertilizer impacts on cadmium availability in agricultural soils and crops”.
    Human and Ecological Risk Assessment.
    14
    (2): 210–228. doi:10.1080/10807030801934895.





  27. ^


    Jiao, Y.; Grant, C. A.; Bailey, L. D. (2004). “Effects of phosphorus and zinc fertilizer on cadmium uptake and distribution in flax and durum wheat”.
    Journal of the Science of Food and Agriculture.
    84
    (8): 777–785. doi:10.1002/jsfa.1648.





  28. ^


    Bettinelli, M.; Baroni, U.; Pastorelli, Falak. (1988). “Determination of arsenic, cadmium, lead, antimony, selenium and thallium in coal fly ash using the stabilised temperature mimbar furnace and Zeeman-effect background correction”.
    Journal of Analytical Atomic Spectrometry.
    3
    (7): 1005–1011. doi:10.1039/JA9880301005.





  29. ^


    Hetherington, L. E.; et al. (2008). “Production of Cadmium”.
    World Mineral Production 2002–06
    (PDF). British Geological Survey. hlm. 15. Archived from the original on 2012-11-08. Diakses tanggal
    15 April
    2012
    .




  30. ^


    a




    b




    Golberg, D. C.; et al. (1969).
    Trends in Usage of Cadmium: Report. US NRC/NAS/NAE. hlm. 1–3.





  31. ^


    Scoullos, M. J. (2001).
    Mercury, Cadmium, Lead: Handbook for Sustainable Heavy Metals Policy and Regulation. Springer. hlm. 104–116. ISBN 978-1-4020-0224-3.




  32. ^


    a




    b




    Buxbaum, Gunter; Pfaff, Gerhard (2005). “Cadmium Pigments”.
    Industrial inorganic pigments. Wiley-VCH. hlm. 121–123. ISBN 978-3-527-30363-2.




  33. ^


    a




    b




    Smith C.J.E.; Higgs M.S.; Baldwin K.R. (20 April 1999). “Advances to Protective Coatings and their Application to Ageing Aircraft”
    (PDF). RTO MP-25. Diarsipkan dari versi nirmala
    (PDF)
    rontok 2016-03-04. Diakses rontok
    29 May
    2011
    .




  34. ^


    a




    b




    c




    d




    e




    f




    Scoullos, Michael J.; Vonkeman, Gerrit H.; Thornton, Iain; Makuch, Zen (2001).
    Mercury, Cadmium, Lead: Handbook for Sustainable Heavy Metals Policy and Regulation. Springer. ISBN 978-1-4020-0224-3.





  35. ^


    Krishnamurthy, T (July 2, 2013).
    Engg. Chemistry, 2/e. New York: PHI Learning Private Limited. hlm. 82–83. ISBN 978-81-203-3666-7.





  36. ^

    Directive 2011/65/EU of the European Parliament and of the Council of 8 June 2011 on the restriction of the use of certain hazardous substances in electrical and electronic equipment Text with EEA relevance
    [
    pranala purnajabatan permanen
    ]



  37. ^

    DIRECTIVE 2006/66/EC OF THE EUROPEAN PARLIAMENT AND OF THE COUNCIL of 6 September 2006 on batteries and accumulators and waste batteries and accumulators and repealing Directive 91/157/EEC

  38. ^


    “CIA – Breaking Through Technological Barriers – Finding The Right Besi (A-12 program)”. 1 October 2007.




    [
    pranala nonaktif permanen
    ]



  39. ^


    Lee, Ching-Hwa; Hsi, CS (2002). “Recycling of Scrap Cathode Ray Tubes”.
    Environmental Science & Technology.
    36
    (1): 69–75. Bibcode:2002EnST…36…69L. doi:10.1021/es010517q. PMID 11811492.





  40. ^


    Miller, L. S.; Mullin, J. B. (1991). “Crystalline Cadmium Sulfide”.
    Electronic materials: from silicon to organics. Springer. hlm. 273. ISBN 978-0-306-43655-0.





  41. ^


    Jennings, Thomas C. (2005). “Cadmium Environmental Concerns”.
    PVC handbook. Hanser Verlag. hlm. 149. ISBN 978-1-56990-379-7.





  42. ^


    Brady, George Stuart; Brady, George S.; Clauser, Henry R.; Vaccari, John A. (2002).
    Materials handbook: an encyclopedia for managers, technical professionals, purchasing and production managers, technicians, and supervisors. McGraw-Hill Professional. hlm. 425. ISBN 978-0-07-136076-0.





  43. ^


    “Helium-Cadmium Lasers”. Olympus. Diakses rontok
    14 May
    2011
    .





  44. ^


    Nambiar, K.R (2006). “Helium-cadmium Laser”.
    Lasers: Principles, Types and Applications. ISBN 978-81-224-1492-9.





  45. ^


    “Cadmium Selenium Testing for Microbial Contaminants”. NASA. 10 June 2003. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2011-07-25. Diakses tanggal
    2017-04-23
    .





  46. ^


    Park J. W., Chun Y. S.; Choi, E; Kim, G. Lengkung langit.; Choi, H.; Kim, C. H.; Lee, M. J.; Kim, M. S.; Park, J. W. (2000). “Cadmium blocks hypoxia-inducible factor (HIF)-1-mediated response to hypoxia by stimulating the proteasome-dependent degradation of HIF-1alpha”.
    European Journal of Biochemistry.
    267
    (13): 4198–4204. doi:10.1046/j.1432-1327.2000.01453.x. PMID 10866824.





  47. ^


    Ikrar, Masayasu (2013). “Chapter 5. Imaging and sensing of cadmium in cells”. Dalam Astrid Sigel; Helmut Sigel; Roland K. Udara murni. Sigel.
    Cadmium: From Toxicology to Essentiality. Ferum Ions in Life Sciences.
    11. Springer. hlm. 99115. doi:10.1007/978-94-007-5179-8_5.





  48. ^

    Hogan, C. Michael (2010).
    Heavy metal. Encyclopedia of Earth. National Council for Science and the Environment. E. Monosson and C. Cleveland (eds.). Washington DC.
  49. ^


    a




    b




    Lane, Todd W.; Saito, Mak A.; George, Graham Cakrawala.; Pickering, Ingrid J.; Prince, Roger C.; Morel, François M. M. (2005). “A cadmium enzyme from a marine diatom”
    (PDF).
    Nature.
    435
    (42): 42. Bibcode:2005Natur.435…42L. doi:10.1038/435042a. PMID 15875011.





  50. ^


    Lane, Todd W.; Morel, F. M. (2000). “A biological function for cadmium in marine diatoms”.
    Proc. Natl. Acad. Sci.
    97
    (9): 4627–4631. Bibcode:2000PNAS…97.4627L. doi:10.1073/pnas.090091397. PMC18283alt=Dapat diakses gratis
    . PMID 10781068.





  51. ^


    Perry, HM Jr.; Thind, GS; Perry, EF (1976). “The biology of cadmium”.
    The Medical clinics of North America.
    60
    (4): 759–69. PMID 775217.





  52. ^


    Swandulla, D.; Armstrong, C. M. (1989). “Calcium channel block by cadmium in chicken sensory neurons”
    (PDF).
    Proc. Natl. Acad. Sci.
    86
    (5): 1736–1740. Bibcode:1989PNAS…86.1736S. doi:10.1073/pnas.86.5.1736. PMC286776alt=Dapat diakses gratis
    . PMID 2537985.





  53. ^


    Klotz, Katrin; Weistenhöfer, Wobbeke; Drexler, Hans (2013). “Chapter 4. Determination of Cadmium in Biological Samples”. Dalam Astrid Sigel; Helmut Sigel; Roland K. O. Sigel.
    Cadmium: From Toxicology to Essentiality. Metal Ions in Life Sciences.
    11. Springer. hlm. 85–98. doi:10.1007/978-94-007-5179-8_4.





  54. ^


    Cullen, Jay Tepi langit.; Maldonado, Maria Horizon. (2013). “Chapter 2. Biogeochemistry of Cadmium and its Release to the Environment”. Dalam Astrid Sigel; Helmut Sigel; Roland K. O. Sigel.
    Cadmium: From Toxicology to Essentiality. Metal Ions in Life Sciences.
    11. Springer. hlm. 31–62. doi:10.1007/978-94-007-5179-8_2.





  55. ^


    Crea, Francesco; Foti, Claudia; Milea, Demetrio; Sammartano, Silvio (2013). “Chapter 3. Speciation of Cadmium in the Environment”. Internal Astrid Sigel; Helmut Sigel; Roland K. O. Sigel.
    Cadmium: From Toxicology to Essentiality. Metal Ions in Life Sciences.
    11. Springer. hlm. 63–83. doi:10.1007/978-94-007-5179-8_3.





  56. ^


    Maret, Wolfgang; Moulis, Jean-Marc (2013). “Chapter 1. The Bioinorganic Chemistry of Cadmium in the Context of its Toxicity”. Dalam Astrid Sigel; Helmut Sigel; Roland K. Ozon. Sigel.
    Cadmium: From Toxicology to Essentiality. Metal Ions in Life Sciences.
    11. Springer. hlm. 1–30. doi:10.1007/978-94-007-5179-8_1.





  57. ^


    Hayes, Andrew Wallace (2007).
    Principles and Methods of Toxicology. Philadelphia: CRC Press. hlm. 858–861. ISBN 978-0-8493-3778-9.




  58. ^


    a




    b



    Mann, Denise (23 April 2012) Can Heavy Metal in Foods, Cosmetics Spur Breast Cancer Spread? HealthDayBy via Yahoo

  59. ^


    Nogawa, Koji; Kobayashi, E; Okubo, Y; Suwazono, Y (2004). “Environmental cadmium exposure, adverse effects, and preventative measures in Japan”.
    Biometals.
    17
    (5): 581–587. doi:10.1023/B:BIOM.0000045742.81440.9c. PMID 15688869.





  60. ^


    “European Commission Decision of 12 October 2006 amending, for the purposes of adapting to technical progress, the Annex to Directive 2002/95/EC of the European Parliament and of the Council as regards exemptions for applications of lead and cadmium (notified under document number C(2006) 4790)”. Journal of the European Union. 14 October 2006.




  61. ^

    IARC Monographs on the Evaluation of Carcinogenic Risks to Humans, Volume 58

  62. ^


    Julin, B; Wolk, A; Johansson, J. E.; Andersson, S. O.; Andrén, O; Akesson, A (2012). “Dietary cadmium exposure and prostate cancer incidence: A population-based prospective cohort study”.
    British Journal of Cancer.
    107
    (5): 895–900. doi:10.1038/bjc.2012.311. PMC3425979alt=Dapat diakses gratis
    . PMID 22850555.





  63. ^


    Engström, A; Michaëlsson, K; Vahter, M; Julin, B; Wolk, A; Åkesson, A (2012). “Associations between dietary cadmium exposure and bone mineral density and risk of osteoporosis and fractures among women”.
    Bone.
    50
    (6): 1372–8. doi:10.1016/j.bone.2012.03.018. PMID 22465267.





  64. ^


    Julin, B; Wolk, A; Bergkvist, L; Bottai, M; Akesson, A (2012). “Dietary cadmium exposure and risk of postmenopausal breast cancer: A population-based prospective cohort study”.
    Cancer Research.
    72
    (6): 1459–66. doi:10.1158/0008-5472.CAN-11-0735. PMID 22422990.





  65. ^


    Akesson, A; Julin, B; Wolk, A (2008). “Long-term dietary cadmium intake and postmenopausal endometrial cancer incidence: A population-based prospective cohort study”.
    Cancer Research.
    68
    (15): 6435–41. doi:10.1158/0008-5472.CAN-08-0329. PMID 18676869.





  66. ^


    Rzymski, P; Rzymski, P; Tomczyk, K; Niedzielski, P; Jakubowski, K; Poniedziałek, B; Opala, N (2014). “Logam prestise in human endometrium: Relation to cigarette smoking and histological lesions”.
    Environmental Research.
    132: 328–33. Bibcode:2014ER….132..328R. doi:10.1016/j.envres.2014.04.025. PMID 24834829.





  67. ^


    Fechner, P; Damdimopoulou, P; Gauglitz, G (2011). “Biosensors paving the way to understanding the interaction between cadmium and the estrogen receptor alpha”.
    PLOS ONE.
    6
    (8): e23048. Bibcode:2011PLoSO…623048F. doi:10.1371/journal.pone.0023048. PMC3149063alt=Dapat diakses gratis
    . PMID 21829690.





  68. ^


    Stoica, A; Katzenellenbogen, B. S.; Martin, M. B. (2000). “Activation of estrogen receptor-alpha by the heavy metal cadmium”.
    Molecular endocrinology (Baltimore, Md.).
    14
    (4): 545–53. doi:10.1210/mend.14.4.0441. PMID 10770491.





  69. ^


    Ali, I; Penttinen-Damdimopoulou, P. E.; Mäkelä, S. I.; Berglund, M; Stenius, U; Akesson, A; Håkansson, H; Halldin, K (2010). “Estrogen-like effects of cadmium in vivo do not appear to be mediated via the classical estrogen receptor transcriptional pathway”.
    Environmental Health Perspectives.
    118
    (10): 1389–94. doi:10.1289/ehp.1001967. PMC2957917alt=Dapat diakses gratis
    . PMID 20525538.





  70. ^


    Ali, I; Damdimopoulou, P; Stenius, U; Adamsson, A; Mäkelä, S. I.; Åkesson, A; Berglund, M; Håkansson, H; Halldin, K (2012). “Cadmium-induced effects on cellular signaling pathways in the liver of transgenic estrogen reporter mice”.
    Toxicological sciences : an official journal of the Society of Toxicology.
    127
    (1): 66–75. doi:10.1093/toxsci/kfs077. PMID 22314386.





  71. ^


    Johnson, M. D.; Kenney, N; Stoica, A; Hilakivi-Clarke, L; Singh, B; Chepko, G; Clarke, R; Sholler, P. F.; Lirio, A. A.; Foss, C; Reiter, R; Trock, B; Paik, S; Martin, M. B. (2003). “Cadmium mimics the in vivo effects of estrogen in the uterus and mammary gland”.
    Nature Medicine.
    9
    (8): 1081–4. doi:10.1038/nm902. PMID 12858169.





  72. ^


    Friberg, L. (1983). “Cadmium”.
    Annual Review of Public Health.
    4: 367–367. doi:10.1146/annurev.pu.04.050183.002055. PMID 6860444.





  73. ^


    Jarup, L. (1998). “Health effects of cadmium exposure—a review of the literature and a risk estimate”.
    Scandinavian Journal of Work, Environment and Health.
    24: 11–51.




  74. ^


    a




    b



    Cadmium dietary exposure in the European population

  75. ^

    Cadmium Exposure can Induce Early Atherosclerotic Changes Diarsipkan 2012-03-15 di Wayback Machine., Medinews Direct, 7 September 2009

  76. ^

    EUR-Lex. Eur-lex.europa.eu (18 April 2011). Retrieved on 5 June 2011.

  77. ^

    TRS 930-JECFA 64/26

  78. ^


    “NIOSH Pocket Guide to Chemical Hazards #0087”. National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH).




  79. ^


    “Paduan kadmium (sebagai Cd)”.
    Immediately Dangerous to Life and Health. National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH).





  80. ^


    “Toxic fears hit Highbury auction”.
    BBC Sport. 10 May 2006. Diakses tanggal
    29 November
    2010
    .





  81. ^


    “U.S. to Develop Safety Standards for Toxic Metals”.
    Business Week. 12 January 2010. Diakses tanggal
    12 January
    2010
    .





  82. ^


    “Claire’s Recalls Children’s Metal Charm Bracelets Due to High Levels of Cadmium”.
    U.S. Consumer Product Safety Commission. 10 May 2010. Diarsipkan dari versi ikhlas tanggal 2010-05-31. Diakses tanggal
    5 June
    2010
    .





  83. ^


    “FAF Inc. Recalls Children’s Necklaces Sold Exclusively at Walmart Stores Due to High Levels of Cadmium”.
    U.S. Consumer Product Safety Commission. 29 January 2010. Diarsipkan bersumber versi asli tanggal 2010-05-27. Diakses copot
    5 June
    2010
    .





  84. ^


    Neuman, William (4 June 2010). “McDonald’s Recalls 12 Million ‘Shrek’ Glasses”.
    The New York Times
    . Diakses terlepas
    5 June
    2010
    .





  85. ^


    “McDonald’s Recalls Movie Themed Drinking Glasses Due to Potential Cadmium Risk”.
    U.S. Consumer Product Safety Commission. 4 June 2010. Diarsipkan pecah versi tulen sungkap 2010-06-07. Diakses tanggal
    5 June
    2010
    .




Bacaan lebih lanjur

[sunting
|
sunting sumber]

  • Hartwig, Andrea (2013). “Chapter 15. Cadmium and cancer”. Internal Astrid Sigel; Helmut Sigel; Roland K. O. Sigel.
    Cadmium: From Toxicology to Essentiality. Logam Ions in Life Sciences.
    11. Springer. hlm. 491–507. doi:10.1007/978-94-007-5179-8_15.



Pranala luar

[sunting
|
sunting sumber]

  • (Inggris)Cadium at
    The Periodic Table of Videos
    (University of Nottingham)
  • (Inggris)ATSDR Case Studies in Environmental Medicine: Cadmium Toxicity U.S. Department of Health and Human Services
  • (Inggris)Agency for Toxic Substances and Disease Registry’s (ATSDR) Toxicological Profile for Cadmium
  • (Inggris)National Institute for Occupational Safety and Health – Cadmium Page
  • (Inggris)NLM Hazardous Substances Databank – Cadmium, Elemental



Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Kadmium

Posted by: holymayhem.com