Buku Memulai Dan Menjalankan Label Bisnis Fashion

KOMPAS.com
– Toby Meadows, konsultan bisnis mode, pengajar, kembali direktur label rok gadis Belle & Bunty, n kepunyaan
passion
osean mendampingi desainer bertalenta, kembali pemula buat eksis dan terus berkembang dalam karya dan bisnisnya di bidang mode. Antusiasme ini tidak sahaja ditunjukkan melalui berbagai acara pembinaan yang dilakukannya di negara asalnya, Inggris, saja sekali lagi di Indonesia melalui program binaan bersama Jakarta Fashion Week Fashion Forward.

Mandu lain yang dilakukan Toby kerjakan kontributif kronologi fashion adalah menerbitkan buku berjudul
Memulai dan Menjalankan Cap Fashion
(versi Bahasa Indonesia bermula kunci yang diterbitkan pertama kalinya di Inggirs). Buku setebal 200 halaman tersebut diterbitkan PT Tendensi Favorit Press dan Jakarta Fashion Week, intern ajang mode JFW 2013.

Resep nan telah diterjemahkan ke n domestik enam bahasa ini mutakadim menginspirasi banyak pebisnis dan calon pebisnis fashion di berjenis-jenis negara. Pemakaian bahasa sederhana, panduan praktis, pun studi kasus terbit beberapa desainer berpengalaman yang punya penjelajahan menggandeng kerumahtanggaan mengembangkan label fashion-nya, menerimakan cerminan utuh yang boleh menjadi pedoman desiner bagi meningkatkan kapasitasnya berbisnis fashion.

Ulasan kasus per kasus camar duka desainer berusul London, Paris, Jerman, dan Denmark, menginspirasi ahli grafis dalam berekspansi labelnya. Temu ramah dengan pakar dan pekerja juga tertuang lengkap privat buku ini. Melangkahi studi kasus dan temu duga, buku ini memberikan panduan dan inspirasi yang tak saja teori, namun juga pengalaman pribadi. Direktur Three’s Company Creative Consultancy ini kembali memberikan gambaran praktis terbit segi perencanaan keuangan dalam mengembangkan cap fashion.

Peluncuran sendi ini menyerahkan solusi lakukan pebisnis fashion yang kerap kesulitan memulai cap fashion-nya. Toby mengatakan kancing ini mau membantu desainer agar lain membuat kesalahan dalam menghasilkan dagangan fashion.  Selain itu kembali membantu desainer atau pekerja membahu fashion agar lebih memahami sisi ekonomi bermula komersial di bidang tendensi dengan bahasa nan kian mudah dicerna.

“Sekiranya baca buku ekonomi belum karuan memahami seandainya bukan semenjak berusul
bakcground
pendidikan ekonomi, tapi desainer penis memafhumi sektor ekonomi lakukan menjalankan dagang fashionnya,” tutur Toby, saat jumpa pers di Function Room JFW 2013, Plaza Senayan, Jakarta, Rabu (7/11/2012).

Bagi konsultan Centre for Fashion Enterprise (CFE) di London ini, buku ini juga dapat menjadi panduan bagi ahli grafis Indonesia bakal makin memahami pasar. Beliau juga berencana memasukkan studi kasus dari asam garam desainer Indonesia, karena banyak mendapatkan kisah berpangkal perancang Indonesia selama menjadi konsultan kerumahtanggaan program JFW Fashion Forward di Jakarta.

“Varian berikutnya bermula buku ini akan dilengkapi kasus di Indonesia. Sehingga panduan dan inspirasi nan diberikan akan kian mengangop karena bertambah dekat bakal desainer Indonesia,” jelas pembimbing petandang di London College of Fashion ini.

Menurut Toby, studi kasus yang ditampilkan internal buku memiliki keunikan dan menyerahkan ragam pesan dan latihan berbeda.

“Setiap kasus punya kisahan, per menganjur, ada yang busana anak-anak, rok pria taruna, ada desainer nan
ambruk out
berpokok SMA dan kini menjadi perancang top di Denmark. Banyak cerita yang menunjukkan ada banyak cara menjadi sukses di bisnis fashion,” jelasnya.

Cerita fenomenal berusul pasar mode nan sedang berkembang juga terpapar internal penyelidikan kasus. Dengan cerita ini Toby berharap pembaca, terutama pebisnis mode, mendapatkan inspirasi dan wanti-wanti bahwa orang melakukan banyak cara berbeda untuk sukses mengembangkan label fashion. Jadi, jangan terfokus puas satu prinsip doang.

“Harus memetakan apa yang terbaik dan bisa dilakukan. Bukan sahaja tentang
brand, tapi mencari cara apa yang terbaik untuk produk dan penggunanya,” jelas Toby.

Tak belaka cerita yang inspiratif, buku ini kembali berisi pembahasan praktis yang mudah dipraktikkan akan halnya:
* Cara menjadi pengusaha pabrik fashion.
* Pendirian mengerjakan penekanan pasar.
* Syarat sah mendirikan dan menjalankan niaga fashion.
* Cara mendapatkan modal.
* Cara memilih nama stempel dan logo.
* Cara cak memindahtangankan dan menjajakan pusparagam, tersurat memanfaatkan
e-commerce.
* Kaidah mengorganisir pemasaran dan public relations.

Kancing seharga Rp 180.000 ini bisa didapatkan di booth Fashion Book Corner JFW 2013 di keramik satu Plaza Senayan Jakarta.

Dapatkan update
berita pilihan
dan
breaking news
setiap hari berpunca Kompas.com. Mari bergabung di Grup Dawai “Kompas.com News Update”, caranya klik link https://t.berpenyakitan/kompascomupdate, kemudian join. Kamu harus install aplikasi Benang besi justru lalu di ponsel.

Source: https://tekno.kompas.com/read/2012/11/07/13413325/~Etalase~Produk%20Baru?page=all

Posted by: holymayhem.com