Bonsai Adalah Jenis Tanaman Hias Yang Merupakan

Berpunca Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia netral

Bonsai di “Foire du Valais”, Swiss, 2005.

Bonsai

(盆栽)

merupakan tanaman ataupun tanaman yang dikerdilkan di n domestik pot tohor dengan pamrih menciptakan menjadikan miniatur dari bentuk asli pokok kayu besar yang mutakadim tua di standard bebas. Penghutanan (sai,
) dilakukan di pot dangkar yang disebut
bon
(). Istilah
bonsai
juga dipakai untuk seni tradisional Jepang dalam pemeliharaan tanaman maupun pokok kayu internal pot dangkal, dan penghormatan keindahan bentuk dahan, patera, mayat, dan akar tunggang pohon, serta pot tohor yang menjadi wadah, atau keseluruhan rangka tanaman atau pohon. Bonsai adalah pelafalan bahasa Jepang untuk
penzai
(盆栽).

Seni ini mencengam berbagai teknik pemotongan dan pemangkasan pohon, pengawatan (pembentukan cabang dan dahan pohon dengan melilitkan benang besi alias membengkokkannya dengan ikatan kawat), serta menciptakan menjadikan akar tunggang menyebar di atas batu. Pembuatan bonsai memakan musim yang lama dan melibatkan berbagai macam jalan hidup, antara lain pemberian pupuk, pemangkasan, pembentukan tanaman, penyiraman, dan penggantian jambangan dan persil. Tanaman atau pohon dikerdilkan dengan cara memotong akar susu dan rantingnya. Tumbuhan dibentuk dengan uluran tangan kawat plong ranting dan tunasnya. Telegram harus sudah diambil sebelum tahu menoreh kulit ranting tumbuhan tersebut. Tanaman merupakan individu spirit, dan tak ada bonsai yang dapat dikatakan selesai alias sudah jadi. Perubahan yang terjadi terus menerus pada tumbuhan sesuai tahun maupun keadaan pan-ji-panji merupakan salah satu daya tarik bonsai.

Macam

[sunting
|
sunting sumber]

Peranti-alat yang digunakan cak bagi merawat bonsai

Pohon yang minimum awam dibonsai adalah berbagai macam pinus. Jenis tumbuhan dan pohon dipakai cak bagi mengelompokkan variasi-spesies bonsai[1]:[2]

  • Bonsai pohon pinus dan ek: tusam, cemara cina, eru duri, sugi, dan tidak-lain.
  • Bonsai pohon biji pelir bakal dinikmati keindahan buahnya (Ilex serrata, buah kaki,
    Chaenomeles sinensis, memanjatkan perkara mini, dan tidak-enggak).
  • Bonsai tumbuhan berpunca untuk dinikmati keindahan bunganya (Prunus mume,Chaenomeles speciosa, sakura, azalea satsuki).
  • Bonsai pohon untuk dinikmati tulangtulangan daunnya (maple,
    Zelkova serrata,
    Rhus succedanea, buluh).

Suka-suka banyak sekali pokok kayu tropis nan sudah dicoba dan ternyata cocok bakal dibonsai, di antaranya asam jawa, mendira, cemara udang, waru, dan jambu biji.[3]

Bentuk dasar

[sunting
|
sunting sumber]

Tegak Celengkak-celengkok (Moyogi)

Sarung Angin/Tertiup Kilangangin kincir (Fukinagashi)

Sekerat Menggantung (Han Kengai)

Jenazah Bergelung (Bankan)

Pohon Ahli sastra (Bunjinki)

Tegak Verbatim
(直幹
,
Chokkan)
Batang pohon kabur verbatim vertikal ke atas. Pokok kayu dikatakan punya layon nan teoretis bila tanaman punya sengkang batang yang makin ke atas lebih mengecil, dimulai dari bagian batang yang dekat dengan akar susu. Pohon dikatakan memiliki dahan nan ideal bila dahan suka-suka di sebelah depan-belakang atau kiri-kanan ubah bersilangan suatu sama lainnya. Jarak antardahan makin ke atas kian sempit. Bentuk akar sempurna yakni akar tunjang nan bila dilihat berusul atas, rembet ke segala penjuru.
Merembas Meliuk-liuk
(模様木
,
Moyogi)
Batang tumbuhan agak kelam berkelok-kelok ke kidal dan ke kanan. Diameter batang makin ke atas lebih mengecil dengan keseimbangan kiri dan kanan yang baik. Dahan yang baik yakni dahan nan ada di bagian puncak lengkungan kunarpa pohon. Dahan yang berada di interior lengkungan dipotong. Dari dasar batang hingga episode puncak pohon dapat ditarik garis lurus, dan hamba allah yang melihat tidak merasa khawatir dengan keseimbangan pohon tersebut.
Miring
(斜幹
,
Shakan)
Batang pohon balik ke satu sisi bagaikan terus menerus ditiup kilangangin kincir ke sisi tersebut. Andai terserah benda yang menghalangi di salah satu sisi, mayit pohon tumbuh mencondong ke sebelah enggak. Ciri partikular kerangka ini berupa dahan yang ada cuma di putaran puncak lengkungan mayit, dan berselang-seling di sisi kidal-kanan dan depan-belakang.
Sarung Kilangangin kincir
(吹流し
,
Fukiganashi)
/Tertiup Kilangangin kincir[3]
Dibandingkan bonsai bentuk Genyot, pohon tumbuh sambil mengalami paksaan yang lebih kejam. Layon dan dahan pokok kayu hanya memusat ke satu sisi. Mayat dan dahan pohon yang memfokus ke satu arah jauh kian panjang daripada tinggi pohon nan diukur semenjak pangkal mayat ke puncak pokok kayu. Posisi batang dan dahan mirip dengan bonsai gaya Sekudung Menggantung, tetapi batang dan dahan tampak membentuk garis paralel.
Menggantung
(懸崖
,
Kengai)
Pohon diibaratkan tumbuh di permukaan dinding terjal yang berada di tebing siring laut atau dinding lembah terjal. Layon pohon tumbuh bagaikan menggantung ke radiks tebing. Puncak pokok kayu tersebut menggantung jauh hingga melebihi dasar botol. Bila puncak pokok kayu bukan melebihi bawah pot maka bonsai disebut
Setengah Menggantung
(Han Kengai).
Jenazah Bergelung
(蟠幹
,
Bankan)
Batang tumbuhan terlihat lampau dipilin, ataupun pohon tumbuh dengan kecenderungan memilin diri. Layon pohon begitu tertentang dipilin bagaikan dumung yang sedang bergelung.
Sapu Tegak
(箒立ち
,
Hōkidachi)
Mayat tegak verbatim hingga di tengah sebelum dahan dan ranting tumbuh menyebar ke segala arah. Puncak pohon selit belit ditentukan berpokok sejumlah puncak dahan nan ada sehingga bentuk bonsai ini mirip sapu berpunca bambu. Kegagahan bonsai kecenderungan ini dinilai dari percabangan dahan yang rapi, dan noktah dimulainya persebaran dahan dan ranting ke segala arah, tangga pohon, dan keseimbangan anasir-molekul tersebut.
Menegaskan Akar
(根上り
,
Neagari)
Akibat pohon dipelihara di lingkungan pemeliharaan yang kejam, fragmen pangkal akar yang bersangkak-cabang di dalam tanah menjadi terekspos ke asing di atas lahan bak akibat diterpa angin dan hujan.
Berbatang Banyak
(多幹
,
Takan)
Dari satu sumber akar akar tunjang tumbuh tegak lebih berpokok suatu batang pohon. Bila bersemi dua batang tumbuhan, maka bonsai disebut
Berbatang Dua
(Sōkan). Bila ada tiga batang pohon, maka disebut
Berbatang Tiga
(Sankan). Bonsai berbatang panca atau lebih disebut
Tunggul Tegak
(Kabudachi). Batang berjumlah gangsal makin disukai. Selain bonsai berbatang dua, bonsai dengan jenazah berjumlah genap tidak disenangi dan enggak dibuat.
Akar Terjalin
(根連なり
,
Netsuranari)
Akar dari sejumlah batang pohon dari satu spesies (tiga batang tanaman atau lebih) ubah melekat dan berhubungan satu satu setimpal lainnya. Tulang beragangan ini juga dapat pecah dari batang tanaman yang tadinya redup, tetapi roboh dan tertimbus di dalam lahan. Bagian nan dulunya yakni dahan pohon, berubah peran dan tumbuh sebagai batang pohon. Semenjak kunarpa pohon tersebut keluar akar, dan akar tersebut terjalin dengan akar tumbuhan pangkal. Rencana nan mirip dengan Akar tunggang Terjalin disebut Rakit atau Tumbuh terbit Buntang (Ikadabuki). Bonsai berbentuk Tumbuh dari Mayat juga berasal dari pokok kayu yang tadinya ngeri, sahaja roboh dan dahan berubah peran menjadi batang. Perbedaannya dengan Akar Terjalin terletak pada akar yang hanya suka-suka di suatu tempat. Seperti halnya bonsai Berbatang Banyak, pohon berbatang genap tidak disukai.
Kelompok
(寄せ植え
,
Yoseue)
Lebih bersumber satu pohon ditanam bersama dalam satu botol dangkal atau ditanam di atas batu. Pohon yang ditanam dapat saja bilang tanaman berpokok satu variasi, maupun sintesis dari beberapa macam berbeda. Nilai daya kreasi karya dapat ditinggikan dengan perpaduan benda-benda riasan nan diletakkan sebagai tambahan.
Pohon Sastrawan
(文人木
,
Bunjinki)
/Bebas[3]
Bagan bonsai ini asal usulnya dari meniru bentuk pohon kerumahtanggaan nanga. Dinamakan bonsai bentuk Tanaman Ahli sastra karena sastrawan zaman Meiji sangat menggemari bonsai gambar ini. Pada zaman masa ini, batang kurus, besaran dahan rendah, dan dahan pendek juga disebut Tumbuhan Ahli sastra.
Pohon Tak Lazim
(代わり木
,
Kawariki)
Bentuk ini dipakai kerjakan menjuluki bonsai yang tidak dapat digolongkan ke n domestik bentuk-bagan bonsai yang lumrah.

Rekaman

[sunting
|
sunting sumber]

Bonsai bersumber dari seni miniaturisasi tanaman yang disebut
penjing
(盆景) dari periode Dinasti Tang. Di makam putra dari Maharani Wu Zetian terdapat lukisan dinding yang menggambarkan pelayan wanita yang membawa pohon berbunga dalam pot dangkal. Botol dangkal berdosis kecil ini yakni miniaturisasi pecah pemandangan bendera.[4]

Kalangan bangsawan di Jepang mulai mengenal penjing sekeliling akhir zaman Heian. Lambang bunyi kanji buat
penjing
(盆景) dilafalkan orang Jepang bagaikan
bonkei. Sama halnya dengan di Cina,
bonkei
di Jepang juga ialah miniaturisasi berpunca pemandangan alam. Seni yang hanya dinikmati kalangan atas, terutama kalangan pejabat kastil dan samurai, dan yunior disebut
bonsai
pada zaman Edo[5]

Menanam bonsai adalah pegangan sambilan samurai zaman Edo, ketika bonsai mengaras puncak kepopuleran. Sejak zaman Meiji, bonsai dianggap seumpama hobi yang bergaya. Namun pelestarian bonsai dan penyiraman memakan banyak waktu. Sependapat dengan lingkungan gelanggang tinggal di Jepang nan makin berbudaya dan tidak memiliki halaman, penggemar bonsai kesudahannya rendah puas halangan berusia lanjut.

Ukuran

[sunting
|
sunting sumber]

Bonsai di “Foire du Valais”, Swiss, 2005.

Bonsai dikelompokkan menjadi enam kelompok beralaskan strata tanaman dari pangkal kunarpa hingga bagian puncak tanaman:

  • raksasa: tinggi pohon makin dari 101 cm.
  • sangat besar: tinggi tanaman antara 76–100 cm.
  • besar: tangga pohon antara 46–75 cm
  • sedang: tinggi pohon antara 31–45 cm
  • kerdil: tinggi pohon antara 16–30 cm
  • lewat kecil: tinggi pokok kayu rendah dari 15 cm.[3]

Referensi

[sunting
|
sunting mata air]


  1. ^


    Team, BONSAI. “Jenis Pohon Dimensi Dan Rajah Pohon Bonsai”.
    BONSAI
    . Diakses copot
    2022-07-02
    .





  2. ^


    “盆栽 (Bonsai)”. 日本文化いろは事典 (Nihon Bunka Iroha Jiten). Diakses rontok
    2009-12-24
    .




  3. ^


    a




    b




    c




    d




    Sulistyo, Fiil.
    Bonsai. Kanisius. hlm. 9-7921-1783-0.





  4. ^


    “壱のツボ 盆栽には悠久の時が宿る (Ichi no Tsubo: Bonsai ni wa Yūkyū no Toki ga Yadoru)”. NHK. Diakses terlepas
    2009-12-24
    .





  5. ^


    “盆栽の歴史を知ろう (Bonsai no rekishi o shirou)”. Garden x Garden. Diarsipkan semenjak varian safi terlepas 2012-12-20. Diakses copot
    2009-12-24
    .




Pranala luar

[sunting
|
sunting sumber]

  • (Inggris)
    Museum Kewarganegaraan Bonsai & Penjing Diarsipkan 2017-07-02 di Wayback Machine. U.S. National Arboretum, Washington, D.C.
  • (Inggris)
    Galeri berbagai bentuk bonsai (The Art of Bonsai Project)
  • (Inggris)
    Sejarah lengkap bonsai (Magical Miniature Landscapes) Diarsipkan 2009-08-31 di Wayback Machine.



Source: https://id.wikipedia.org/wiki/Bonsai

Posted by: holymayhem.com